Christmas or Advent

Well, in the end of November #GoodbyeNovember, Mumun and I chat some things.
It’s about Christmas or Advent.

She said that if we celebrate Christmas before December 25, so we must use the word ‘Advent’. And, if we celebrate after December 25, so we can use the word ‘Christmas’.

Yes, my lecturer have said this before, and I may agree with that.
Dates are important.

But, not because of that, we do not come to "Merry Christmas Party" that celebrated on date before December 25.

P.S. Kayaknya lebih gampang buatnya dalam Bahasa Indonesia, tapi .. ya sudah lah, yang penting intinya dapat. :)

Google’s uniqueness

Well, jangan salah menilai dengan hanya melihat tampilan Google yang biasa aja. Lagi-lagi ‘Don’t judge a book by cover’ juga inih.
Soalnya, banyak tersimpan rahasia di dalamnya.
List lengkapnya ada di 9 Rahasia Google.

Yang paling menarik buat aku adalah Google Gravity, sampai-sampai aku menyimpan linknya di tumblr-ku.

Dan, anda tahu siapa yang paling kesepian?? Bukan anda, bukan juga para single, tapi nomor 1 (Satu/ One). :D

Eh, silakan di-coba-coba keunikannya yaa .. Kamu tidak akan menyesal, pasti!

usaha mati-matian

Kebetulan (yang tidak kebetulan tentu saja) tadi malam cerita-cerita dengan seorang kakak.
Nah kebetulan lagi (ingat, tidak ada kebetulan yang betul-betul kebetulan ya!), aku sedang memandang desktop laptop milikku.

Dia cerita dia mendapat sebuah BB alias blackberry dari seorang teman yang ia bantu untuk urusan tertentu.
Dan tercetuslah ‘Ya, semoga ada orang yang lagi ya mau memberikan sebuah laptop untukku..’ ucapnya berbisik seperti sedang berdoa.

Aku menoleh, menatapnya, dan berkata ..
"Emm, cuman sebagai bahan renungan pribadiku, kenapa gak kita saja yang berusaha mendapatkan benda yang kita inginkan itu daripada mengharapkan orang lain yang akan memberikannya pada kita??"

You get my point is??
She’s not.
She said that if we need something, He (God) will give another people to give what we need.

Tentu saja aku tidak menolak atau menyanggah perkataannya. Aku yakin kata-kata kakak itu benar. Bahwa ada orang yang akan dipakai Allah untuk menolong kita. Karena memang kita butuh penolong di dalam hidup ini.

But, dari sisi pandangku, daripada menunggu alias berharap akan ada orang lain yang nolong kita yang kita sendiri ga tahu dia beneran ada tidak, kenapa kita gak berusaha mati-matian mendapatkan apa yang kita inginkan?

Really get my point??

Aku pernah mendengar pepatah seperti ini

Jangan pernah berharap pada manusia, karena kamu akan kecewa

Aku lupa pernah mendengarnya dari mana, aku lupa kata-kata-nya, yah hanya potongan itu yang aku ingat. Tapi, masih dapat kan apa maksudnya?
Yeah, sebenarnya agak sedikit melenceng dengan yang ku katakan tadi; tapi gapapa kan toh masih ada nyambung-nyambungnya.

So, if we could make it, why we can’t make it?

Thank you for today, and see you next time ^^

my art work (masa’ seh?)

Emm, mentang-mentang dua hari Sabtu (sabtu yang lalu dan sabtu yang lalunya lagi) ga kemana-kemana, so aku melakukan sesuatu yang menyenangkan. Menyenangkan, menurut saya lho!

Well, saya membuat sebuah rak buku baru untuk buku-buku tercintaku. Well, hanya butuh bahan-bahan sederhana, seperti di bawah ini.

  • sebuah kotak kardus yang usang,
  • kertas kado yang biasa digunakan untuk membungkus kado atau apa pun yang anda suka,
  • selotip atau double tip atau solasi atau lem atau apa pun yang bisa digunakan untuk merekatkan dua benda (kertas dan karton),
  • dan gunting
  • Well, lapisi saja karton nya dengan kertas kado yang sudah anda persiapkan, dan sudah selesai. That’s it! Mudah kan?
    Hahahaha :D .

    Seperti ini hasil yang bisa ku perbuat.
    Check this ..
    (Eh, saya upload minggu depan saja deh, ternyata saya lupa copy-nya. Hahaha)

    say thanks

    Jangan katakan saya berlebihan atau kata orang lebay.
    Karena saya tidaklah demikian, saya mengucapkan terima kasih secara ikhlas sepenuh hati.

    Saya berterima kasih kepadamu atas pertolonganmu, bantuanmu, dan kepedulianmu.
    Banyak orang di luar sana yang tidak menggubris orang-orang yang meminta rupiah dari mereka di pinggir jalan dan bahkan tidak menoleh kepada mereka, entah karena terburu-buru atau memang tidak sempat memalingkan wajah ke arah mereka.

    Terima kasih untukmu, karena engkau memberikan apa yang ku butuhkan tanpa ku minta. Lihat, tanpa ku minta.
    Tidak ada yang seperti dirimu.

    Jadi, jangan katakan aku lebay atau sebangsanya, karena aku tidaklah demikian.
    Aku mengucapkan terima kasih atas sebotol minuman yang kamu berikan kepadaku di saat aku membutuhkannya.
    Aku sangat menghargai kepedulianmu.

    Terima kasih untukmu, Sobat!

    Orang itu termangu dengan perkataan temannya barusan.
    Ternyata, ucapan terima kasih itu penting.