
Satu. Satu. Satu. Satu. Satu. Satu.
Enam angka satu itu menatapku. Hitam.
Ingin kutolehkan kepalaku, tapi ia mencengkeram tatapanku.
Ingin kupalingkan pandanganku, tapi ia sungguh membelengguku.
Satu. Satu. Satu. Satu. Satu. Satu.
Ahh, mengapa mereka begitu hitam, , menyeramkan, mencekam!
Tidak dapatkah mereka berganti warna, menjadi warna lain, putih misalnya.
Atau biru. Ya, biru warna yang manis.
Ya, berubahlah menjadi biru, ku mohon!
Dalam sepersekian detik, permohonanku menjadi nyata.
Angka itu menyusut satu per satu .. warnanya semakin pudar ..
Lalu, tampil dengan gagah perkasa
Satu. Satu. Satu. Satu. Satu. Satu.
Biru. Biru. Biru. Biru. Biru. Dan Biru

Oh, aku menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.
Mereka sama sekali tidak menyeramkan.
Tapi mereka indah, begitu indah, hingga aku tak kuasa melepaskan pandangan ku dari mereka.
Lalu, perlahan, mereka mendekatiku, mengelilingiku, lalu memelukku.
Satu. Satu. Satu. Satu. Satu. Satu.