terjun ke medan perang tanpa senjata

Aku terjun ke medan perang tanpa senjata, dan akhirnya aku mati.

Ini ku alami di saat aku sedang sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan yang membuatku menyesal, walau sudah kutekankan pada diriku sendiri bahwa tidak akan ada penyesalan. Tidak akan ada!

Dan sesegera mungkin, aku membuang penyesalanku jauh-jauh. Aku tidak menyesal! Lagi-lagi ku tekankan pada diriku sendiri, aku tidak menyesal.
Dan aku bersyukur aku pernah melakukan kesalahan itu, setidaknya aku tahu bahwa itu adalah suatu kesalahan yang tidak patut diulang di kemudian hari.

Kawan-kawan, jangan mau berperang ketika kamu tidak siap. Semoga engkau mengerti apa yang ku katakan. Semoga.

Sekian.

Dear Lala

Dear Lala,

Aku tahu ini semacam surat bodoh bagimu, tapi tetap saja aku harus mengirimkanya (menuliskannya) padamu, demi ketenangan batin.

Kemarin itu aku merasa kesal padamu. Di saat aku bingung, sedih, kecewa, dan hampir menangis, kamu dengan asyik-asyiknya memarahi aku, mengirim sms yang menurutku sangat tidak pantas dikirim olehmu kepadaku.

Aku tahu kamu khawatir dengan keadaanku, tapi saat itu bukan saat yang mudah untuk aku. Aku tidak butuh kemarahan, aku tidak butuh emosi. Aku butuh bantuan, dan yang bisa kamu berikan hanyalah kecerewetanmu. Kamu terkadang seperti perempuan yang selalu cerewet. Huhh, aku merasa kalah menjadi perempuan dibanding dirimu.

Aku minta maaf sudah membuat khawatir selarut itu. Aku minta maaf karena keegoisanku (ya, aku tidak ingin disakiti oleh apapun itu), aku menonaktifkan handphoneku agar tak ada seorang pun yang dapat menghubungiku. Kamu, Mamaku, atau siapa pun! Andai bisa, aku ingin menghilang saja. Dan itu membuatmu khawatir. Aku beneran minta maaf.

Dan, Lala, makasih kamu sudah mengkhawatirkan keadaanku. Aku tahu kamu menghubungi teman-temanku untuk mengetahui keadaaanku, tapi hasilnya nihil, karena mereka juga tidak tahu bagaimana keadaanku. Aku juga tahu kamu datang ke rumah untuk mengecek apa aku sudah di rumah atau belum, tapi hasilnya juga nihil. Karena aku tidak mendengar ketukanmu saat itu, aku sudah tertidur.

Sudah dua hari ini kamu tidak menghubungiku. Apa kamu marah? Atau kamu sudah tak peduli lagi padaku seperti sms dari kamu sebelumnya? Well, jika kamu sedang marah. Tidak apa, aku kan menunggu. Jika tiba saatnya amarahmu telah padam, datanglah, aku menunggu kabar darimu.

Salam kasih,

Tata


#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-3

satusatu satu duanolsatudua

Lagi-lagi angka satu memanjang ..
1 1 – 1 – 1 2 seperti yang sebelumnya, tapi yang ini hanya ada empat angka satu.
Eh, gimana kalau gini: 11 + 1 = 12.

Cool kan?
Hihihihihi

secercah harapan bersinar setelah hujan reda

Tetap berharap .. tetap kuat,
jangan kehilangan harapan ..

Bukankah kita hidup karena adanya harapan??

#resolusi
Semangat, Ganbatte ne!

Gilaaaa!!

Gila gila gila ..!!
Mungkin aku lah orang tergila di dunia ini!

Bagaimana bisa?

Karena aku berperang tanpa senjata, menyelam tanpa alat.
Aku gila bagaikan ingin bunuh diri di peperangan.

Perkaranya cuma satu: AKU INGIN KULIAH!!
Tapi AKU TIDAK PUNYA UANG!!

Bibiku berkata: "Lupakan aja dulu keinginanmu itu, Kamu masih muda. Lain kali kamu masih bisa kuliah"
Whad?? Apa dia ga tahu usia ku sekarang sudah TUA??
Yah, dia bilang aku MUDA karena dia kan sudah TUA.

Boss bilang: "Menabung dulu, nanti kan kedepannya tinggal enak .. Toh kamu masih muda kan?"
Yah, lagi-lagi aku dibilang MUDA. Woii, usia ** itu tidak lagi muda menurutku.

Tapi, ..
aku emang harus sadar .. Aku tidak bisa berada di dalam kegilaan ini terus menerus.

Somebody, could you help me??