Review auk.web.id

Mmmh, pertama-tama yang ingin saya ucapkan adalah ini tulisan saya buat dengan tujuan mengikuti koeis djoem’at yang diadakan pemilik blog auk.web.id, tak lain dan tak bukan adalah seorang lelaki, tidak terkategori, selalu berusaha mengetahui dunia segala isinya, pemilik akun twitter @warmx, dan yang menyebut dirinya adalah Warm, atau di tempat lain akan menyebut dirinya warmorning .

Beliau juga menyatakan dirinya seorang lelaki absurd, labil dan random, pecinta black, berusia thirty’s, memiliki keluarga yang terdiri dari one wife, two sons, dan one daughter, tinggal di banjarbaru, kota jogja.

Baiklah, kita mulai mereview blog auk.web.id, karena memang itulah tujuannya dibuat tulisan ini.
Setelah dilihat-lihat, diintip, ditelaah lebih lanjut *asyik ni bahasanya* blog auk.web.id ini topiknya bebas, bisa apa aja, kuliner, pekerjaan, opini, pengalaman, teknologi, perjalanan sehari-hari, apa aja deh yang penting lucu, menggemaskan dan menghibur. Ya, menghibur. Itu tujuan yang tepat sih selain berbagi dari si empunya. Itu yang dirasakan penulis sendiri.

Blog auk.web.id ini lahir pada tanggal 17-12-2008, begitulah kira-kira yang bisa saya simpulkan. Dengan tulisan perdana berjudul : Dalas
Jika sekiranya saya salah, maafkan saya untuk itu, karena jika kita pertama membuat blog, bukankah kita akan mengisi blog kita dengan sesuatu apa pun itu? Karena itu saya anggap bahwa tulisan pertama menandakan lahirnya blog ini. :)

Sejak Desember 2008, setiap bulan, pasti ada tulisan yang ditulis di blog ini, tetapi setelah Februari 2010, tidak ada postingan yang masuk. Setelah sempat vakum sekian bulan, jika tidak salah hitung selama 22 bulan atau 1 tahun 10 bulan, akhirnya si empunya blog kembali mengisi blog dengan postingan Hello World, tanggal 28-01-2012. Wow, cukup lama sekali. Penulis kurang tahu kenapa ini terjadi, tetapi bisa disimpulkan bahwa domain dari web.id sedang bermasalah atau hal-hal lain yang serupa. *ini mah semua orang tahu kali*

Eh, kayaknya yang ku tulis bukan review, tetapi seperti sejarah ya atau apa? Aduh, maaf Om Warm, saya tidak bermaksud.
Weleh-weleh *geleng-geleng* Bagaimana ini, Om? *dijitak Om Warm*

Note:
Om Warm, pilihlah aku ya Om. Mohon dipilih ya, paling tidak sebagai kandidat. Hehehehe.

terjun ke medan perang tanpa senjata

Aku terjun ke medan perang tanpa senjata, dan akhirnya aku mati.

Ini ku alami di saat aku sedang sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan yang membuatku menyesal, walau sudah kutekankan pada diriku sendiri bahwa tidak akan ada penyesalan. Tidak akan ada!

Dan sesegera mungkin, aku membuang penyesalanku jauh-jauh. Aku tidak menyesal! Lagi-lagi ku tekankan pada diriku sendiri, aku tidak menyesal.
Dan aku bersyukur aku pernah melakukan kesalahan itu, setidaknya aku tahu bahwa itu adalah suatu kesalahan yang tidak patut diulang di kemudian hari.

Kawan-kawan, jangan mau berperang ketika kamu tidak siap. Semoga engkau mengerti apa yang ku katakan. Semoga.

Sekian.

Dear Lala

Dear Lala,

Aku tahu ini semacam surat bodoh bagimu, tapi tetap saja aku harus mengirimkanya (menuliskannya) padamu, demi ketenangan batin.

Kemarin itu aku merasa kesal padamu. Di saat aku bingung, sedih, kecewa, dan hampir menangis, kamu dengan asyik-asyiknya memarahi aku, mengirim sms yang menurutku sangat tidak pantas dikirim olehmu kepadaku.

Aku tahu kamu khawatir dengan keadaanku, tapi saat itu bukan saat yang mudah untuk aku. Aku tidak butuh kemarahan, aku tidak butuh emosi. Aku butuh bantuan, dan yang bisa kamu berikan hanyalah kecerewetanmu. Kamu terkadang seperti perempuan yang selalu cerewet. Huhh, aku merasa kalah menjadi perempuan dibanding dirimu.

Aku minta maaf sudah membuat khawatir selarut itu. Aku minta maaf karena keegoisanku (ya, aku tidak ingin disakiti oleh apapun itu), aku menonaktifkan handphoneku agar tak ada seorang pun yang dapat menghubungiku. Kamu, Mamaku, atau siapa pun! Andai bisa, aku ingin menghilang saja. Dan itu membuatmu khawatir. Aku beneran minta maaf.

Dan, Lala, makasih kamu sudah mengkhawatirkan keadaanku. Aku tahu kamu menghubungi teman-temanku untuk mengetahui keadaaanku, tapi hasilnya nihil, karena mereka juga tidak tahu bagaimana keadaanku. Aku juga tahu kamu datang ke rumah untuk mengecek apa aku sudah di rumah atau belum, tapi hasilnya juga nihil. Karena aku tidak mendengar ketukanmu saat itu, aku sudah tertidur.

Sudah dua hari ini kamu tidak menghubungiku. Apa kamu marah? Atau kamu sudah tak peduli lagi padaku seperti sms dari kamu sebelumnya? Well, jika kamu sedang marah. Tidak apa, aku kan menunggu. Jika tiba saatnya amarahmu telah padam, datanglah, aku menunggu kabar darimu.

Salam kasih,

Tata


#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-3

satusatu satu duanolsatudua

Lagi-lagi angka satu memanjang ..
1 1 – 1 – 1 2 seperti yang sebelumnya, tapi yang ini hanya ada empat angka satu.
Eh, gimana kalau gini: 11 + 1 = 12.

Cool kan?
Hihihihihi

secercah harapan bersinar setelah hujan reda

Tetap berharap .. tetap kuat,
jangan kehilangan harapan ..

Bukankah kita hidup karena adanya harapan??

#resolusi
Semangat, Ganbatte ne!

Gilaaaa!!

Gila gila gila ..!!
Mungkin aku lah orang tergila di dunia ini!

Bagaimana bisa?

Karena aku berperang tanpa senjata, menyelam tanpa alat.
Aku gila bagaikan ingin bunuh diri di peperangan.

Perkaranya cuma satu: AKU INGIN KULIAH!!
Tapi AKU TIDAK PUNYA UANG!!

Bibiku berkata: "Lupakan aja dulu keinginanmu itu, Kamu masih muda. Lain kali kamu masih bisa kuliah"
Whad?? Apa dia ga tahu usia ku sekarang sudah TUA??
Yah, dia bilang aku MUDA karena dia kan sudah TUA.

Boss bilang: "Menabung dulu, nanti kan kedepannya tinggal enak .. Toh kamu masih muda kan?"
Yah, lagi-lagi aku dibilang MUDA. Woii, usia ** itu tidak lagi muda menurutku.

Tapi, ..
aku emang harus sadar .. Aku tidak bisa berada di dalam kegilaan ini terus menerus.

Somebody, could you help me??