keluargaku hidupku ..

seperti biasa, aku buka ngerumpi lagi .. *uda jadi kebiasaan sih*
terpampang pertanyaan seperti berikut:

arti keluarga

Arti sebuah keluarga. *terlintas wajah bapa, mama, dan saudara-saudaraku*

Jadi teringat ama mama, bapa, dan adik-adik di rumah, yang jauh disana. Kangen mereka semua. Kangen ama suara cerewet mama. Kangen ama suara lembut bapa, kangen ama nakalnya adik lelaki saya, Herman. Kangen ama adik perempuan saya, Fitri yang cengeng dan manja. Ah, sayang, saya ga bisa pulang tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa pulang.
:)
Oh iya, saya juga kangen ama abang saya, Dedy, yang juga jauh disana, mudah-mudahan tahun ini kita bisa ketemu.
Walaupun tidak bisa berkumpul sekeluarga, yah tetap bersyukur bisa bertemu dengan salah satunya aja.

Yah, keluarga adalah mereka, ada mama, bapa, abang, dan kedua adikku. Bagiku, mereka adalah hidupku.
*terharu
*koq terharusih??
*iya ya, kenapa bisa? hihihi

bagi beberapa warga ngerumpi menyatakan pendapatnya..
*mbak, mas, permisi ya say kutip disini*punten*

shopiechopie
keluarga, ada cinta, ada berantem, ada eker-ekeran, ada nesu2an, ada canda, ada kangen…semua tumplek blek di sini…

Hanik
keluarga itu segalanya buat saya… : )

lala_lili
keluarga artinya jiwaku : D semua yang kubutuhkan untuk tetap bertahan di bumi ini

rhien
KELUARGA ITU HIDUPKU ..

*ga semua di-copy, gapapa kan?
*sambil pasang wajah memelas*

Secara etimologi, *ehem*
keluarga terbagi atas dua kata, yaitu: kula dan warga (dari bahasa Sanskerta).
kulawarga berarti “anggota”, “kelompok kerabat”.
Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

Keluarga adalah tempat yang pertama kali kita rasakan. Keluarga sangat berperan di dalam membentuk karakter.
Seperti juga karakterku.
*koq ceritanya jadi ke ‘ku’?
*biarin deh

Aku tumbuh menjadi sosok gadis yang baik, ramah, bersahaja, dan rajin menabung.
*nih kan, narsis dia
*maap deh, terbawa suasana soalnya. hihihi*

Apa arti keluarga buatmu?

duit itu penting

“Baru kusadari, ternyata duit itu penting.” Ucap seorang rekan kerja saat makan siang.

Heem, koq baru sadar sekarang?

Aneh gak?

Gak aneh?

Yah, aneh aja, masa baru sekarang dia sadar, padahal uda dari dulu, uda dari pas kuliah dulu, atau uda dari mulai sekolah dasar dulu, duit itu penting.

Mulai beli seragam sekolah, terus beli buku, terus beli pena, terus beli tas, terus lagi, terus lagi, dan terus lagi. Ga bisa berhenti ‘terus’-nya.

Memang uang bukanlah segalanya. Itu benar. Tetapi, segalanya butuh uang. Itu juga benar (Awas ya kalau ada yang bilang salah!). *ngancem*

Yah, kembali lagi ke duit itu penting. Itu tepat sekali, kawan. Jangan ada deh yang sekali-kali mau nyangkal. Kalau duit itu ga penting, kenapa harus terjadi kasus korupsi, kenapa sampai detik ini pengemis masih banyak, kenapa masih terjadi korban hipnotis, kenapa masih terjadi perampokan? Kenapa, kenapa, dan kenapa?

Ah, kenapa ada orang yang mau cepet kaya tanpa usaha? *eh, ini yang mana yah?*

*sorry, g nyambung kali*

Memang duit itu penting. Tetapi, duit itu bisa dicari dengan hal yang lebih pantas, tidak perlu mencuri, tidak perlu merampok, tidak perlu korupsi. Hanya dengan berkerja dengan seikhlas hati dan berdoa semoga Tuhan memberkati pekerjaan kita, pasti rejeki datang. *kalau ndak punya kerjaan?*

Yah, kalau ndak punya kerjaan, ya dicari toh pekerjaannya. Piye toh? *kalau ndak ada yang ngasih kerjaan*

Kalau ndak ada yang ngasih kerjaan, yah cari ampe ada (*lho?), atau buatlah lapangan kerja yang baru, sehingga kamu dapat menampung orang lain juga.

Ah, sudahlah, tetap intinya, duit itu penting.

Biarkan Aku Memberi

Aku tidak tahu berapa lama lagi aku akan hidup
Namun, sementara aku masih hidup, Tuhan, biarkanlah aku memberi penghiburan kepada seseorang yang sedang membutuhkan
Entah melalui senyuman, anggukan kepala, tindakan atau sepatah kata keramahan

Dan biarkanlah aku berbuat apa yang mampu kulakukan
Untuk meringankan beban sesamaku
Aku hanya ingin berbuat bagianku
Untuk sekedar meringankan jiwa yang lelah dan putus harapan

Untuk mengubah kerutan dahi menjadi senyuman lagi
Sehingga hidupku tidak sia-sia
Aku tak peduli berapa lama aku masih berada di dunia
Asalkan aku dapat memberi…dan memberi…dan memberi

- BJ. Morbitzer -