rhema

Baru-baru ini saya membaca buku rohani, dan di dalamnya terdapat kata ‘rhema’. Saya mencoba mengartikan kata tersebut di dalam pengertian saya sendiri, tapi saya tidak menemukan kata yang tepat sebagai arti kata tersebut.
Dan, esoknya, maksudnya hari ini, saya menanyakan arti kata tersebut ke om Google, dan banyak hasil pencarian yang diberikannya.

Kata ‘rhêma’ berarti kata yang diucapkan (melalui mulut), sebagian diterjemahkan dengan ‘firman’ di dalam Alkitab bahasa Indonesia. Padahal barangkali lebih tepat diterjemahkan dengan “perkataan” karena ‘rhêma’ berbeda dengan ‘logos’. ‘Logos’ merupakan firman yang tidak hanya berupa perkataan tetapi jauh lebih luas.

Agar lebih memahami makna kata Yunani ‘rhêma’, berikut kutipan ayat-ayat dari Injil Matius tentang ‘rhêma’:

- Matius 4:4,
“Tetapi Yesus menjawab: ‘Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman ['rhêma'] yang keluar dari mulut Allah.’”

- Matius 26:75
“Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan ['rhêma'] Yesus kepadanya: ‘Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’ Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.”

Dengan membaca ayat-ayat di atas, kita pasti tahu bahwa ‘rhêma’ seyogianya diterjemahkan dengan “perkataan” dan bukan “firman” agar tidak terjadi tumpang-tindih makna “firman”.

Jika ada yang berkata bahwa Alkitab berisikan “sebagian” firman Allah dengan alasan bahwa di dalamnya kita temukan perkataan manusia, bahkan perkataan Iblis, maka pernyataan ini kurang tepat.

Yang lebih tepat adalah, Alkitab itu berisikan sebagian “perkataan” Allah dalam arti ‘rhêma’, tetapi seluruh isi Alkitab adalah firman Allah dalam arti ‘logos’ tertulis karena Allah tidak hanya berfirman lewat ‘rhêma’ belaka tetapi juga lewat peristiwa, oknum, dan hal-hal tertentu dalam Alkitab.

Jadi, pengertian ‘rhêma’ sudah sedikit dicerahkan.
(“,)